Selamat datang, terima kasih atas kunjungannya. Salam perdamaian

Kegiatan Kepramukaan

Sebelum pelatihan kepramukaan dimulai terlebih dahulu diadakan apel pembukaan.Dan setelah pelatihan juga diadakan apel penutupan. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jumat sore.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kegiatan Kepramukaan

Sebelum pelatihan kepramukaan dimulai terlebih dahulu diadakan apel pembukaan.Dan setelah pelatihan juga diadakan apel penutupan. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jumat sore.

Kegiatan Kepramukaan

Sebelum pelatihan kepramukaan dimulai terlebih dahulu diadakan apel pembukaan.Dan setelah pelatihan juga diadakan apel penutupan. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jumat sore.

Sendi Hidup Merdeka - Ki Hadjar Dewantara

Ki dan Nyi Hadjar DewantaraKi dan Nyi Hadjar Dewantara
Untuk peneguh keyakinan kita, Ki Hadjar Dewantara memberikan kita bundelan dan beberapa ajarannya yang disebut "10 Fatwa akan Sendi Hidup Merdeka", untuk diingat-ingat, direnungkan, dan diamalkan:



1. "Lawan Sastra Ngesti Mulya"
Dengan pengetahuan kita menuju kemuliaan. lnilah yang dicita-citakan Ki Hadjar dengan Tamansiswanya, untuk kemuliaan nusa bangsa dan rakyat. Sastra herjendrayuningrat pangruwating dyu, ilmu yang luhur dan mulia menyelamatkan dunia serta melenyapkan kebiadaban. Fatwa ini adalah juga candrasengkala, mencatat lahirnya Tamansiswa (tahun 1922).
2. "Suci Tata Ngesti Tunggal"
Dengan suci batinnya, tertib lahirnya menuju kesempurnaan, sebagai janji yang harus diamalkan oleh tiap-tiap peserta perjuangan Tamansiswa. Fatwa ini juga sebagai candrasengkala, mencatat lahirnya Persatuan Tamansiswa (Tahun 1923).
3. "Hak diri untuk menuntut salam dan bahagia"
Berdasarkan asas Tamansiswa, yang menjadi syarat hidup merdeka berdasarkan pada ajaran agama, bahwa bagi Tuhan semua manusia itu pada dasarnya sama; sama haknya dan sama kewajibannya. Sama haknya mengatur hidupnya serta sama haknya menjaIankan kewajiban kemanusiaan, untuk mengejar keselamatan hidup lahir dan bahagia daIam hidup batinnya. Jangan kita hanya mengejar keselamatan lahir, dan jangan pula hanya mengejar kebahagiaan hidup batin.
4. "Salam bahagia diri tak boleh menyalahi damainya masyarakat"
Sebagai peringatan, bahwa kemerdekaan diri kita dibatasi oleh kepentingan keselamatan masyarakat. Batas kemerdekaan diri kita iaIah hak-hak orang lain yang seperti kita masing-masing sama-sama mengejar kebahagiaan hidup. Segala kepentingan bersama harus diletakkan di atas kepentingan diri masing-masing akan hidup selamat dan bahagia, apabila masyarakat kita terganggu, tidak tertib dan damai. Janganlah mengucapkan "hak diri" kalau tidak bersama-sama dengan ucapan "tertib damainya masyarakat", agar jangan sampai hak diri itu merusak hak diri orang lain sesama kita, yang berarti merusak keselamatan hidup bersama, yang juga merusak kita masing-masing.
5. "Kodrat alam penunjuk untuk hidup sempurna"
Sebagai pengakuan bahwa kodrat alam, yaitu segala kekuatan dan kekuasaan yang mengelilingi dan melingkungi hidup kita itu adalah sifat lahirnya kekuasaan Tuhan yang maha kuasa, yang berjalan tertib dan sempuma di atas segala kekuasaan manusia. Janganlah hidup kita bertentangan dengan ketertiban kodrat alam. Petunjuk dalam kodrat alam kita jadikan pedoman hidup kita, baik sebagai alam kita jadikan pedoman hidup kita, baik sebagai orang seorang atau individu, sebagai bangsa maupun sebagai anggota dari alarn kemanusiaan.
6. "Alam hidup manusia adalah alam hidup berbulatan"
Berarti bahwa hidup kita masing-masing itu ada dalam lingkungan berbagai alam-alam khusus, yang saling berhubungan dan berpengaruh. Alam khusus ialah alarn diri, alam kebangsaan dan alam kemanusiaan. Rasa diri, rasa bangsa dan rasa kemanusiaan ketiga-tiganya hidup dalam tiap-tiap sanubari kita masing-masing manusia. Adanya perasaan ini tidak dapat diungkiri.
7. "Dengan bebas dari segala ikatan dan suci hati berhambalah kita kepada Sang Anak"
Penghambaan kepada Sang Anak tidak lain daripada penghambaan kita sendiri. Sungguhpun pengorbanan kita itu kita tujukan kepada Sang Anak, tetapi yang memerintahkan kita dan memberi titah untuk berhamba dan berkorban itu bukan si anak, tetapi kita sendiri masing-masing. Di sarnping itu kita menghambakan diri kepada bangsa, negara, pada rakyat dan agama atau terhadap lainnya. Semua itu tak lain penghambaan pada diri sendiri, untuk mencapai rasa bahagia dan rasa damai dalam jiwa kita sendiri.
8. "Tetep – Mantep – Antep"
Dalam melaksanakan tugas perjuangan kita, kita harus "tetep", tetap hati. Tekun bekerja, tidak menoleh ke kanan dan ke kiri. Kita harus tetap tertib dan berjalan maju. Kita harus selalu "mantep", setia dan taat pada asas itu, teguh iman hingga tak ada yang akan dapat menahan gerak kita atau membelokkan aliran kita.Sesudah kita tetap dalam gerak lahir kita dan mantep dan tabah batin kita, segala perbuatan kita akan "antep", berat berisi dan berharga. Tak mudah dihambat, ditahan-tahan dan dilawan oleh orang lain.
9. "Ngandel – Kendel – Bandel"
Kita harus "ngandel', percaya, jika kepada kekuasaan Tuhan dan percaya kepada diri sendiri. "Kendel", berani, tidak ketakutan dan was-was oleh karena kita percaya kepada Tuhan dan kepada diri sendiri. "Bandel", yang berarti tahan, dan tawakal. Dengan demikian maka kita menjadi "kendel", tebal, kuat lahir batin kita, berjuang untuk cita-cita kita.
10. "Neng – Ning – Nung – Nang"
Dengan "meneng", tenteram lahir batin, tidak nervous, kita menjadi "ning", wening, bening, jernih pikiran kita, mudah membedakan mana hak dan mana batil, mana benar dan salah, kita menjadi "nung", hanung, kuat sentosa, kokoh lahir dan batin untuk mencapai cita-cita. Akhimya "nang", menang, dan dapat wewenang, berhak dan kuasa atas usaha kita.

Konsep Hidup Ki Hajar Dewantara

Trikon: Kontinyu, Konsentris, dan Konvergen

Kontinyu
Garis hidup sekarang harus merupakan lanjutan dari kehidupan pada zaman lampau. Harus ada peningkatan sebagai kelanjutan dari kebudayaan yang sudah ada.
Konsentris
Setelah bersatu dan berkomunikasi dengan bangsa lain, jangan sampai kehilangan kepribadian sendiri. Identitas bangsa harus tetap dipertahankan.
Konvergen
Menghindari mengisolasi diri dari bangsa lain. Menuju komunikasi antarbangsa dan antarnegara untuk mencapai kemakmuran dengan saling menghormati, memperhatikan persamaan hak, dan kemerdekaan masing-masing.

Trisakti Jiwa
Konsep Ki Hajar Dewantara "Trisakti Jiwa", terdiri dari cipta, rasa, dan karsa. Maksudnya, untuk melaksanakan segala sesuatu, harus ada kombinasi yang sinergis antara hasil olah pikir, hasil olah rasa, serta motivasi yang kuat di dalam dirinya. Jika hanya mengandalkan salah satunya, maka kemungkinan tidak akan berhasil.

Trihayu
Konsep pengembangan kebudayaan Ki Hajar dikenal dengan konsep "Trihayu" yang terdiri dari mamayu hayunging sarira, mamayu hayuning bangsa, dan mamayu hayuning bawana. Maksudnya, apapun yang diperbuat oleh seseorang itu hendaknya bermanfaat bagi dirinya sendiri, bermanfaat bagi bangsa, dan bermanfaat bagi manusia pada umumnya.
Mamayu hayunging sarira
Untuk dapat memanfaat alam semesta, manusia harus terlebih dahulu belajar menata dirinya, mengendalikan perilakunya, disiplin terhadap norma yang berlaku, serta agama yang dianutnya, mencarinya jati diri untuk  mampu mengendalikan nafsu hingga jiwanya tertata mencapai tahap rahayuning jiwa.
Mamayu hayuning bangsa
Setelah mampu menemukan jati diri dan mengendalikan nafsunya, manusia akan menuju pada tingkatan selanjutnya, yaitu berinteraksi dengan sesamanya. Dimulai dari lingkungan keluarga, berlanjut ke lingkungan masyarakat, lalu ke tingkat negara. Pada intinya adalah bagaimana seseorang bisa saling menjaga, membantu, dan membina untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan sehingga terwujud masyarakat yang baik, tangguh dan berkualitas untuk membangun dan mewujudkan tujuan negara.
Mamayu hayuning bawana
Pada tataran ini, manusia harus mempunyai semangat untuk mengupayakan keselamatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan hidup di dunia. Tidak boleh melakukan perusakan alam. Manusia harus sadar bahwa keberadaan setiap individu di alam raya tidaklah berdiri sendiri. Ada kaitan yang erat dengan seluruh komponen di alam yang saling bergantung dalam struktur yang rapi dan bertingkat. Falsafah tepa slira akan menciptakan lingkungan yang sejuk dan harmonis.

Tripantangan
Konsep kebudayaan Ki Hajar yang moralis tertuang dalam konsep "Tripantangan" yang terdiri dari pantang harta, praja, dan wanita/pria. Maksudnya, kita dilarang menggunakan harta orang lain secara tidak benar (misal: korupsi), menyalahgunakan jabatan (misal: kolusi) dan bermain wanita/pria (misal: menyeleweng).

Download Nilai Siswa

POLA BILANGAN



Materi Pola bilangan yang merupakan sub bab dari materi barisan aritmatika untuk SMP disini kta akan membahas mengenai pola bilangan ganjil dan pola bilangan genap,

Apa itu pola bilangan ?
Pola ialah sebuah susunan yang mempunyai bentuk teratur, sedang bilangan itu sendiri ialah sesuatu yang digunakan untuk menunjukkan kuantitas ( banyak/sedikit ) dan ukuran ( ringan / berat / pendek / panjang / luas ). Bilangan ditunjukkan oleh suatu tanda atau lambang yang disebut angka teratur dari bentuk satu ke bentuk lainnya.

Dalam beberapa kasus kita temui seuah bilangan yang tersusun dari bilangan lain yang mempunyai pola tertentu, maka yg demikian disebut sebagai pola bilangan.


POLA BILANGAN GENAP DAN BILANGAN GANJIL

Pola Bilangan Genap
Salah satu himpunan dari bilangan asli adalah bilangan ganjil. apa itu bilangan ganjil ? Bilangan ganjil adalah bilangan asli yang tak habis jika dibagi dengan 2 atau kelipatannya.

Contoh soal :
Tentukanlah jumlah 7 bilangan asli ganjil yang pertama !

jawab :
ketujuh bilangan tersebut adalah : 1, 3, 5, 7, 9, 11, 13. jadi n=7
jumlah ke-7 bilangan tersebut adalah 72=49
untuk membuktikan silahkan dihitung manual 1+3+5+7+9+11+13=...?

Contoh 2 pola bilangan
Berapakah banya bilangan asli ganjil yang jumlahnya 81 ?
jawab :
Kita telah mengetahui bahwa jumlah bilangan asli ganjil yaitu banyaknya bilangan asli ganjil dikuadratkan secara sederhana dapat kita tuliskan n2 dari pertanyaan diatas dapat kita simpulkan bahwa
n2=81, maka
n = √81
n = 9, jadi banyaknya bilangan ganjil adalah 9.


Pola Bilangan Genap
Selain bilangan ganjil, bilangan genap juga termasuk anggota dari bilangan asli yaitu {2, 4, 6, 8, ...}
Perhatikan susunan heksagonal seperti pada gambar berikut :








Gambar diatas menunjukkan bahwa heksagonal yang terdiri sebanyak bilangan genap dapat disusun membentuk pola tertentu. sehingga gambar diatas bisa disebut sebagai pola bilangan genap.
Untuk lebih memahami perhatikan uraian penjumlahan bilangan asli genap berikut :
Penjumlahan dari 2 bilangan genap :
2 + 4 = 6, n=2 dapat ditulis 6 = 2 (2+1)
penjumlahan 3 bilangan genap :
2 + 4 + 6 = 12, n=3 dapat ditulis 12 = 3 ( 3+1)
penjulahan 4 bilangan genap :
2 + 4 + 6 + 8 = 20, n=4 dapat ditulis 20 = 4 (4+1)
dari pola di atas seharusnya anda sudah dapat menarik kesimpulan rumus jumlah pola bilangan genap, ya benar rumusnya adalah n(s) = n ( n + 1 )

Skala

A. Skala
     Skala adalah angka yang menunjukkan perbandingan jarak di peta dengan jarak sebenarnya.

B. Jenis Skala
     1. Skala angka
         contoh 1:500.000 dibaca setiap 1 cm pada peta mewakili 500.000 cm di lapangan
     2. Skala garis
         contoh =  0_2_4_6_8_10 km
                         0_1_2_3_4_5 cm

         dibaca setiap 1 cm pada peta mewakili 2km di lapangan
         Penyebut kilometer yang terakhir (10km) dibagi penyebut centimeter yang terakhir (5cm)
         Jadi, 10 : 5 = 2 km

     3. Skala verbal
         contoh 1 inchi = 5 mil
         skala verbal biasanya digunakan oleh orang-orang Amerika dan Eropa

C. Jenis Peta Berdasarkan Skala
  1. Peta kadaster (1:100 - 1:5.000) = skala sangat besar. Contoh: Peta Badan Pertanahan Nasional, Peta Sertifikat Tanah, Peta Perencanaan Pembangunan/Proyek, Peta Wilayah RT dan RW. 
  2. Peta skala besar (1:5.001 - 1:250.000). Contoh: Peta Desa, Peta Kelurahan, Peta Kecamatan dan Peta Kotamadya. 
  3. Peta skala menegah (1:250.001 - 1:500.000). Contoh: Peta Kabupaten dan Peta Propinsi. 
  4. Peta skala kecil (1:500.001 - 1:1.000.000). Contoh: Peta Pulau Kalimantan dan Peta Negara 
  5. Peta geografis ( > 1:1.000.001) = skala sangat kecil. Contoh: Peta Regional Asia Timur, dan Peta Dunia. 

D. Contoh Soal
1. Membaca skala peta
contoh:
Sebuah peta kelurahan berskala 1:5.000 diperkecil menjadi skala 1:25.000, maka pernyataan yang benar adalah?
a. informasi yang disajikan semakin detail
b. simbol-simbol kartografi akan semakin banyak
c. perbedaan kontur akan semakin bertambah besar
d. informasi peta akan berubah tetapi jaraknya tidak berubah
e. informasi peta tidak berubah tetapi jaraknya akan berubah

jawab: e.

pada peta kelurahan skala semula adalah 1:5.000, kemudian diubah menjadi skala 1:25.000 maka jarak di dalam peta berubah menjadi kecil dari semula.

2. Menghitung jarak sebenarnya
contoh:
Jarak antara kota A ke kota B pada peta adalah 1,15 cm dengan skala peta 1:15.000. Berapa jarak sebenarnya kota A ke kota B?
a. 172.500 km
b. 17.250 km
c. 1.725 km
d. 0,1725 km
e. 0,01725 km

jawab:

Jarak Sebenarnya= jarak pada peta x skala
                            = 1,15 x 15.000
                            = 17.250 cm (sentimeter ke kilometer = dibagi 100.000)
                            = 0,1725 km ( d. )
jadi, jarak sebenarnya kota A ke kota B adalah 0,1725 kilometer

3. Menghitung jarak pada peta
contoh:
Jarak antara kota A ke kota B sebenrnya di lapangan adalah 1 km. Berapa jarak kota A ke kota B pada peta dengan skala peta 1:50.000?
a. 0,2 cm
b. 2 cm
c. 20 cm
d. 5 cm
e. 50 cm

jawab:
Jarak pada Peta= jarak sebenarnya / skala
                         = 1 km / 50.000 cm (kilomter dijadikan sentimeter = dikali 100.000)
                         = 100.000 cm / 50.000 cm
                         = 2 cm ( b. )
jadi, jarak kota A ke kota B pada peta adalah 2 sentimeter

4. Memperkecil skala

contoh:
Apabila sebuah peta berskala 1:2.000.000 diperkecil 2 kali, maka skalanya berubah menjadi?
a. 1:1.000.000
b. 1:2.000.000
c. 1:3.000.000
d. 1:4.000.000
e. 1:5.000.000

Jawab:
= skala x jumlah perkecilnya
= 2.000.000 x 2
= 4.000.000
jadi, skala peta akan berubah menjadi 1:4.000.000. peta akan semakin kecil dan tidak detail.

5. Memperbesar skala
contoh:
Apabila sebuah peta berskala 1:2.000.000 diperbesarl 4 kali, maka skalanya berubah menjadi?
a. 1:50.000
b. 1:500.000
c. 1:5.000.000
d. 1:800.000
e. 1:8.000.000

Jawab:
= skala / jumlah perkecilnya
= 2.000.000 / 4
= 500.000

jadi, skala peta akan berubah menjadi 1:500.000. peta akan semakin besar dan semakin detail.

6. Kenampakan objek dengan skala

contoh:
kenampakan gudang dengan ukuran 50 m x 50 m dengan skala 1:200 adalah?
a. 1 cm x 1 cm
b. 1,5 cm x 1,5 cm
c. 2 cm x 2 cm
d. 2,5 cm x 2,5 cm
e. 20 cm x 20 cm

jawab: ukuran bangunan di peta
= objek di lapangan / skala
= 50 m x 50 m / 200 cm (meter dijadikan sentimeter = dikali 100)
= 5000 cm x 5000 cm / 200 cm
= 2,5 cm x 2,5 cm ( d. )
jadi, ukuran gedung pada peta adalah 2,5 cm x 2,5 cm

7. Mencari skala peta pada peta kedua
contoh:
Peta peta A, jarak kota X ke kota Y adalah 5 cm dengan skala 1:1.500.000.
Pada peta B, jarak kota X ke kota Y adalah 2 cm.
Berapa skala peta B?
a. 1:375
b. 1:3.750
c. 1:37.500
d. 1:375.000
e. 1:3.750.000

jawab: skala peta kedua
= jarak yang berskala x skala yang diketahui
jarak yang tidak berskala
= 5 / 2 x 1.500.000
= 3.750.000 ( e. )
jadi, skala pada peta B adalah 1:3.750.000


8. Merubah skala garis menjadi skala angka
0 - 2 - 4 - 5 cm
0 -- 5 -- 10 km
Ubahlah skala garis di atas menjadi skala angka!
a. 1 : 100.000
b. 1 : 200.000
c. 1 : 250.000
d. 1 : 500.000
e. 1 : 550.000


jawab:
jumlah garis 5 cm
angaka skala 10 km = 1.000.000 cm
Skala  =  1.000.000/5 = 200.000/1
maka skala angkanya adalah 1 : 200.000

9. Mencari skala dan jarak sebenarnya melalui garis astronomis
contoh:
Kota x dan kota y dalam peta berselisih 3 derajat. Jarak kota x ke kota y pada peta adalah 9 cm. jika dihitung dengan menggunakan selisih derajat lintang, skala peta tersebut adalah?
a. 1 : 3.700.000
b. 1 : 3.330.000
c. 1 : 2.770.000
d. 1 : 2.700.000
e. 1 : 2.330.000

Jawab:
1 derajat = 111 km
3 derajat = 333 km = 33.300.000 cm
9 cm = 33.300.000 cm
skala = (33.300.000/9)
1 cm = 3.700.000 cm
skala peta 1 : 3.700.000 (a)

10. Skala Foto Udara
contoh:
Suatu wilayah daratan akan dibuatan foto udara dengan pesawat terbang. Tinggi pesawat terbang adalah 5.000 mdpl. Daerah yang difoto berada pada ketinggian 400 mdpl. Berapa skala foto udara yang akan dihasilkan apabila menggunaka fokus kamera 250 mm?
a. 1:1.150
b. 1:1.250
c. 1:1.500
d. 1:1.840
e. 1:1.950

jawab= skala foto udara
=  .          fokus kamera (f)                 
   tinggi pesawat (H) - tinggi objek (h)
=  .                 250                              
                 5.000 - 400
= 250 / 4.600
= 4.600 / 250 (skala = pembagian dibalik)
= 1 : 1.840 ( d. )
jadi, skala foto udara yang dihasilkan adalah 1:1.840